7 Ide Bisnis yang Sukses di Berbagai Negara dan Belum Ada di Indonesia

Bosan jadi karyawan? Bosan menjadi bawahan? Malas menggarap hal yang itu-itu saja? Ingin mulai merintis usaha?

Membuka usaha sendiri ialah jalan terbit paling logis untukmu yang telah jengah dengan segala kehidupan karyawan atau yang sejak mula sudah tak mau bekerja guna orang lain. Tapi menjadi pengusaha pun nggak semudah itu. Kamu punya modal, anda sudah siap merintis usaha, tapi anda tidak tahu mau menciptakan usaha apa. Sementara kompetisi di luar sana semakin keras, pastinya anda nggak dapat menawarkan sesuatu yang biasa-biasa saja kan?

Syarat utama supaya bisnismu berlangsung dan duratif adalah, apa yang anda tawarkan mestilah sesuatu yang menyerahkan solusi guna masalah bersama. Seperti kreasi ojek online yang sekarang semakin berkembang, tadinya hanya berupa gagasan yang sederhana.

Nah, menurut Agen Bola Indonesia Terpercaya Online sebagai referensimu yang ngebet jadi pengusaha, anda harus tahu bisnis-bisnis menarik ini. Aneh, namun nyata. Sukses lagi!

7 Ide Bisnis yang Sukses di Berbagai Negara dan Belum Ada di Indonesia
7 Ide Bisnis yang Sukses di Berbagai Negara dan Belum Ada di Indonesia

1. Bagi mengakomodasi keperluan cinta semua jomblo, bisnis sewa pacar semakin marak di dunia nyata

Semakin tahun, populasi jomblo semakin meningkat. Entah tersebut yang sebab belum menemukan pasangan yang cocok, atau yang memang tidak inginkan menjalin hubungan. Tapi anda pasti tahu bahwa nasib tuna asmara, yang bukan menjadi tanggung jawab Negara, ini tidak jarang mengenaskan. Mulai dari menjadi bahan bullyan di media sosial, hingga haus kasih sayang.

Karena gejala inilah, bisnis persewaan pacar semakin marak sejumlah tahun belakangan. Kamu-kamu yang jomblo dapat menyewa pacar dengan hitungan jam, dengan ongkos yang telah ditentukan. Biasanya bisnis ini bakal rampai di musim-musim kondangan dan wisuda. Maklumlah, tidak sedikit orang yang tidak cukup tegar guna wisuda tanpa pendamping atau ke kondangan tanpa gandengan. Apalagi bila kondangannya pernikahan mantan~

2. Bukan melulu pacar yang dapat disewa, namun ayam juga! Buat orang-orang yang pengin merawat ayam, tapi mudah bosan~

Bisnis yang dilaksanakan oleh Leslie Suitor yang berasaldari Traverse City di Chicago ini bertujuan guna mengakomodasi orang-orang yang hendak coba-coba guna beternak ayam. Baik yang hendak beternak ayam guna komersil, ataupun melulu untuk memungut telurnya sebagai menu sarapan. Dengan mencarter ayam, kamu dapat mengembalikannya kapanpun anda sudah bosan. Di samping itu, bila musim hujan tiba, dan bahaya flu burung muncul, anda juga dapat mengembalikan ayamnya.

Dengan duit sewa yang telah dipatok dari sana, anda akan menemukan sepasang ayam jantan dan betina, kandang ayam, serta petunjuk untuk memelihara. Kamu barangkali tertawa saat kali kesatu mendengar usaha persewaan ayam. Tapi bisnis ini cukup berkembang lho. Sekarang bisnisnya telah berkembang ke 17 negara bagian beda di Amerika.

3. Di luar negeri terdapat bisnis jasa Hangover Helpers. Wih, bila di sini dapat nggak ya kira-kira?

Binis Hangover Helpers ini dibuat oleh dua orang mahasiswa, Regis dan Kelly, untuk menolong orang-orang yang mabuk berat. Misalkan saja, anda dan teman-temanmu berpesta dan mabuk-mabukan semalaman. Kamu yang terlampau teler guna mengurus dirimu sendiri, dapat minta pertolongan dari Hangover Helpers. Mereka akan hadir di rumahmu dengan sarapan sehat yang dapat membantumu pulih dari pengaruh alkohol. Mereka pun akan mencuci rumahmu (bila pestanya diselenggarakan di rumah). Singkatnya, mereka bertanggung jawab mengurusmu yang sedang teler berat, hingga kamu dapat berdiri sendiri. Meski kesannya super tidak masuk akal, namun bisnis ini telah masuk ke majalah Forbes lho.

4. Bisnis udara segar, sesuai untuk diterapkan di masyarakat yang telah terlalu lama terkena udara tercemar

Udara ialah sumber kehidupan utama untuk makhluk hidup. Percuma tidak sedikit bahan makanan, tidak sedikit uang, tidak sedikit pacar, namun tanpa udara? Hidup tidak pernah ada. Sementara itu, tidak dapat disangkal bahwa semakin berkembangnya zaman membawa akibat yang buruk guna lingkungan. Terutama di kota-kota besar, udara mulai ternoda oleh asap kendaraan bermotor ataupun asap pabrik. Kualitas udara yang dicium manusia masing-masing harinya semakin menurun.

Inilah yang menginspirasi seorang lelaki di China yang mempunyai nama Chen, guna berbisnis udara segar guna masyarakat China. Udara segar ini dipungut dari wilayah yang udaranya masih sehat dan jauh dari polutan, kemudian diubah dan diedarkan dalam format kalengan. Meski mengherankan dan membuat anda geleng-geleng kepala, toh usaha ini laku keras juga. Untuk anda yang bermukim di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, barangkali mau coba?

5. Gagal nikah memang menyakitkan. Tapi siapa sangka ini malah menjadi kesempatan bisnis I Do, Now I Don’t yang ditekuni Joshua Opperman

Apa yang akan anda lakukan bila anda sudah telah menyebar undangan dan merangkai konsep pesta pernikahan yang sakral, tapi lantas rencana itu melulu tinggal angan-angan? Atau bagaimana bila anda sudah bertunangan dengan seseorang, dan sebab satu atau beda hal, hubungan kalian tidak dapat dilanjutkan? Bagaimana bila dulu saat anda lamar, dia bilang ‘I Do’, dan sekarang dia bilang ‘I Don’t. Pedih, Jenderal.

Hal yang sama terjadi pada Joshua Opperman yang telah bertunangan dengan kekasihnya sekitar berbulan-bulan, tetapi tiba-tiba kekasihnya pergi. Joshua yang patah hati, akhirnya memasarkan cincin pertunangannya dengan harga yang, pastinya, menurun drastis. Tapi dari situ, dia malah terinspirasi untuk menyusun sebuah marketplace untuk memasarkan cincin bekas pertunangan. Duh, patah hati ternyata dapat jadi fulus juga ya~

6. Bisnis mengantarkan rasa simpati via bunga telah terlalu biasa. Kali Ini ungkapan turut bersedih bisa diekspresikan via makanan sehat

Menyampaikan simpati dan rasa turut bersedih melalui bunga telah hal biasa. Tetapi sebab bumi telah semakin tua, sementara insan yang bermukim di sana semakin banyak, bunga-bunga yang dirangkai sebagai ungkapan duka tersebut tentunya lebih berfungsi bila tidak dipedulikan tetap hidup demi ekuilibrium alam. Toh, pada akhirnya, bunga-bunga itu melulu akan selesai di lokasi sampat.

Karena dalil inilah, David Storke, yang bekerja di lokasi tinggal duka sekitar 27 tahun, menegakkan sympathyfood.com. Berdasarkan keterangan dari David Storke, bakal lebih baik bila ungkapan duka dan kepedulian terhadap orang beda diungkapkan dengan makanan lokasi tinggal yang sehat dan bergizi. Di samping lebih berguna, pun lebih efektif sekaligus, lebih murah.

7. Karena insan sering khilaf oleh amarah, maka terciptalah bisnis Anger Room. Menyewakan lokasi untuk melampiaskan amarah~

Rasa marah ialah salah satu format emosi yang dipunyai manusia. Terkadang, saking bencinya pada seseorang, mungkin anda tergoda untuk melakukan jahat padanya. Mencekiknya, barangkali? Atau anda tergoda guna menghancurkan mobilnya atau menghanguskan rumahnya? Tapi pasti saja tersebut semua dapat membuatmu selesai dalam penjara.

Daripada anda punya daftar pidana, lebih baik anda melampiaskan kemarahanmu di Anger Room. Kamu bakal ditempatkan di suatu ruangan yang diisi barang-barang bekas, dan anda boleh menghancurkan barang-barang tersebut dengan kayu ataupun tongkat baseball. Pokoknya anda bebas melampiaskan kemarahanmu. Yup, itulah bisnis Anger Room yang dirintis oleh Shawn Baker, seorang mantan karyawan di Texas.

Kunci kesatu, anda harus rajin meneliti persoalan sehari-hari. Dari sana, kamu dapat mengidentifikasi masalah apa yang terjadi, sampai-sampai kamu dapat membangun penyelesaian dan menawarkannya sebagai format bisnis yang bermanfaat. Bahkan hal-hal acak yang nggak pernah terpikirkan laksana di atas saja dapat menjadi bisnis yang menguntungkan. Kamu yang jago mencatat cerita, mungkin dapat membuka bisnis mencatat novel dari cerita hidup seseorang. Atau anda yang punya jiwa dagang tinggi, mungkin dapat berbisnis jual beli kardus bekas. Banyak urusan sepele yang dapat kamu manfaatkan.

Modal awalnya, melulu niat dan kreativtas, bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *